Rabu, 31 Mei 2017

Dubber Spongebob Squarepants

Da best nih om-omnya,jasanya luar biasa wkwk


Selasa, 30 Mei 2017

a little note for someone

Dear adek....
Saya tidak tahu apa motif anda
Jika anda penasaran dengan saya silahkan tanyakan
Anda membuat saya risih dalam 3 bulan terakhir ini
Anda selalu mengikuti kisah saya,via instagram,line,mungkin blog juga dan bahkan kehidupan sehari-hari
Saya tidak masalah jika anda hanya menguntit saya
Tapi jangan keluarga saya, kakak saya dan adik perempuan saya
Saya tidak tau apa masalah anda dengan saya
Saya juga tidak tahu siapa anda
Saya tahu anda  sejak pertama kali anda follow intagram saya
Sempat kita bertemu dalam beberapa acara dan anda hanya curi-curi pandang
Saya beri senyuman anda malah menghindar
Anda terlihat lucu saat beberapa hari yang lalu memakan umpan kakak saya
Ternyata benar anda bahkan menguntit dia dan suaminya
Aduuh mb nice banget yhaa wkwk.
Saya risih dengan anda,sayang sekali anda tidak dapat menguntit saya karena kehidupan saya selalu menjadi privasi saya sendiri.
Jangan anda mengira saya tidak tahu apa yang anda lakukan.
Semoga anda membaca tulisan saya dan anda diberi hidayah untuk menjelaskan latar belakang anda selalu ingin tahu tentang saya.
Apakah saya semenarik itu? Ayoo adek,bagusan juga kamu baca buku daripada mantengin snapgram kaka melulu. Laffya.
Btw kaka ga takut kok kalo adek yang nguntit wkwk. Met bobo adek cantik,bentar lagi adek pasti baca postingan kakak. Maaf yaa kakak buat tulisan gini di bulan Ramadhan h3h3h3

Filosofi Cermin

Next time will be upload --->

weird conversation

Mommy : Rani,ngapo dak pernah ado kuota?
me : Heeee tek duit bu,isike pulsa plisss *sokmanja*
mommy : tethering sm khodijah be. Ibu nak beli blablabla
me : pelit khodijah tu wkwk
mommy : Makonyo isilah kuota ,awak lah ado jatahnyo
me : sudahlah bu,dak penting wkwk. Nunggu ado cowok be baru rani rajin ngisi kuota wkwk *niatnyo maen2*
mommy : Nah bikmen,bi wardah dengerlah dio minta carike.
tante-tante : Ohh itunah anaknyo si fulan begawe disini lagi nyari bini.
me : what the hell. Masuk kamar kunci pintu,nonton drama.

derita menuju kepala dua. Hell yeah.

Minggu, 28 Mei 2017

Belajar 'Goblok" dari Bob Sadino

Siapa yang tidak kenal Bob Sadino? Beliau adalah pengusaha sukses di Indonesia. Semua orang juga pasti tahu sedikit tentang jalan hidupnya. Jadi,saya kemarin menjalani aktivitas puasa di gramedia dan saya mencari buku yang menarik. Awalnya saya mau membeli novel karangan Tere Liye atau Andi F.Noya. Ehh setelah masuk gramedia mata saya tertuju pada papan yang bertuliskan best seller. Di sebelh saya ada ibu-ibu yang sedang baca buku,yaudah saya deketin aja ibu itu sambil cari-cari buku. So,saya mengambil buku yang berjudul "Belajar 'Goblok" dari Bob Sadino" dan membacanya. Tidak seperti yang kita ketahui,ternyata om Bob ini pinternya luar biasa,sebagaimana yang sering saya dengar om Bob ini tidak mengenyam pendidikan yang layak. Bob kecil hidup dalam kecukupan, tidak seperti bocah Hindia Belanda yang kebanyakan masih kurang makan dan kasih sayang. Pendidikan pun ia dapatkan dengan leluasa mulai SR (sekolah rakyat setingkat SD) sampai SMA. Orang tuanya sebagai guru membuat Bob kecil memperoleh pelajaran yang memadai. Disini saya sadar, bahwa kita jangan percaya kecuali meneliti terlebih dahulu. Siapa yang bilang Om Bob goblok wkwk, saya pun yang awalnya mengira om Bob goblok dan sekarang saya menyesal hahaha. Selepas SMA pada 1953, Bob memulai kariernya sebagai pekerja di Unilever. Namun, karena ikut-ikutan temannya kuliah, ia pun sempat mencicipi bangku kuliah di Universitas Indonesia di Fakultas Hukum, tetapi Bob hanya bertahan beberapa bulan saja di FH UI karena merasa tidak betah akhirnya ia berhenti kuliah dan bekerja kembali. Tuhh liat,tamatan SMA aja dia kerja di Unilever bukan berarti dia goblok. Keren gilaak :(. 
Ø  Melanglang Buana ke Eropa
Setelah bertahun-tahun di Unilever Bob memutuskan untuk memperbaiki kariernya dengan pindah kerja ke McLain and Watson Coy (Djakarta Llyod), sebuah perusahaan pelayaran dan ekspedisi. Pekerjaan barunya mengharuskan Bob berkelana ke mancanegara khusus Eropa. Dua kota yang paling lam disinggahinya adalah Amsterdam dan Hamburg. Disana Bob menghabiskan waktu sampai 9 tahun, sehingga tak heran ia fasih berbahasa Inggris, Belanda, Jerman, dan belakangan juga fasih berbahasa Jepang. Selain itu, ia pun memiliki pergaulan yang sngat luas dan jaringan pertemanan di berbagai Negara.
Pada tahun 1967, Bob memutuskan kembali ke Jakarta, setelah bosan terus-menerus menjadi bawahan dan berkali-kali ia mengatakan stress karena tekanan atasan. Bersama Soelami Soejoed, karyawan Bank Indonesia di Amerika Serikat, Bob pulang ke Indonesia untuk menikah. Kehidupan yang mapan dan gaji yang besar mereka tinggalkan. Ia hanya membawa oleh-oleh dua sedang Mercedes sebagai hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun di Eropa. Satu dijual, uangnya dibelikan sebidang tanah di kemang, sedangkan satu lagi dijadikan taksi gelap tetapi kadang-kadang taksinya disewakan kepada pihak lain.
Ø  Hidup Penuh Peluh dan Air Mata
Awalnya semua berjalan lancer, kehidupan Bob bersama istrinya pun tercukupi dari hasil taksinya, tetapi belum genap setahun taksinya mengalami tabrakan karena Bob tidak memiliki dana untuk memperbaikinya sehingga ia harus rela taksinya hanya menjadi seonggok sampah. Bob pun merasa sangat hancur dengan kejadian tersebut. Maka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bob muda menjalani profesi sebagai tukang bangunan walupun belum punya keahlian di bidang itu. Setiap minggu ia mendapatkan upah Rp 100 dari pekerjaannya itu. Kurang lebih ia menjalankan profesi sebagai tukang bangunan selama setahun.
Ø  Mulai Berternak Ayam
Kondisi Bob pun terdengar oleh kawannya baik yang dulu bekerja di Jakarta maupun Eropa. Mereka ikut prihatin dengan keadaan Bob, sampai akhirnya datanglah pertolongan dari kawannya yang bernama Sri Mulyono Herlambang yang menyarannkan untuk berternak ayam, dan bob pun setuju dengan usulan kawannya itu. Mulailah Bob berternak ayamm dengan 50 ekor ayam Broiler yang didatangkan dari Belanda oleh temannya. Bob kemudian belajar berternak dari berbagai sumber bacaan salah satunya majalah-majalah terbitan Belanda.
Ayam memberikan pelajran barharga bagi Bob dalam menjalani hidup. Ketika pertama kali memelihara ayam, ia berpikir “ayam yang hanya diberi paruh dan kaki saja bisa hidup dan mencari makan sendiri, kenapa manusia tidak?” dari situlah motivasi Bob bertambah berlipat-lipat, sehingga ia serius memelihara ayam, sampai akhirnya menjajakan telur di Kemang dan dikenal senagai Bandar telur.  Ayam pula yang membuat Bob terus mencari ilmu melalui majalah-majalah Belanda yang berisi segala macamhal berkaitan dengan peternakan dan perkebunan. Isinya memang luar biasa karena banyak hal yang belum ada di Indonesia. Bob menjadi pihak pertama di Indonesia yang mengetahui berbagai temuan baru ilmuan mancanegara di bidang peternakan dan perkebunan. Sehingga tak jarang ia diundang oleh IPB untuk mendiskusikan masalah peternakan, perkebunan, dan pertanian.

Ø  Kosongkan Diri Sebelum Belajar ‘Goblok’
Jika anda ingin mendapatkan sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman dari Bob Sadino, maka anda harus mengosongkan seluruh gelas ilmu anda. Anda mesti membuat diri anda “goblok” dulu, dan jangan pernah menjadi sok tahu. Begitu mulai sok tahu, maka ilmu yang mengalir dari Om Bob atau dari siapa pun, akan tumpah ruah dan tidak tertampung di gelas ilmu yang dimiliki.
Ternyata itulah makna kata “goblok” yang sering dilontarkan Om Bob, ketika membalas pertanyaan atau pernyataan lawan bicara. Kesannya memang kasar dan menyakitkan hati, namun bagi seseorang yang membutuhkan ilmu kata tersebut menjadi semacam refleksi. Om Bob selalu mengajak lawan bicaranya agar selalu merasa goblok bila belajar dari orang lain. Dan itulah yang dilakukan Om Bob dalam setiap kesempatan.
Banyak yang sudah merasa pintar tidak mau mengosongkan gelas ilmunya. Gelas itu terisi penuh, sehingga ketika diminta untuk mengosongkan diri mereka menolak. Mereka tidak sadar bahwa sedang berlaku goblok dalam arti sesungguhnya karena tidak mau menerima ilmu baru dari orang lain. Padahal setiap orang serendah apapun memiliki pengalaman dan ilmu.

Kesimpulan

Hal-hal yang bisa dipetik dari buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino” adalah “Ilmu berserak di mana-mana di seluruh muka bumi, jauh lebih banyak dibandingkan yang ada di dalam gedung sekolah atau kampus. Bahkan, seekor ayam pun bisa memberikan ilmu (inspirasi) yang sangat berharga.”
Kutipan diatas mengajarkan kita bahwa mencari ilmu itu tidak hanya di sekolah, kampus, atau lembaga pendidikan lainnya, tapi hal-hal disekitar kita adalah ilmu yang berharga, asalkan kita mau belajar dan berusaha.
“Cukup satu langkah awal. Ada kerikil saya singkirkan. Melangkah lagi. Bertemu duri saya sibakkan. Melangkah lagi. Bertemu lubang saya lompati. Berjumpa api saya mundur. Melangkah lagi. Berjalan terus dan mengatasi masalah.” (Bob Sadino)
Kutipan di atas merupakan kegigihan dari seorang Bob Sadino dalam menjalani hidupnya sampai menjadi pengusaha sukses. Ia tak butuh banyak teori yang penting lakukan saja! Dan menghadapi segala rintangan dan mengatasinya.

Bipolar Disorder

Text 1 by : John M.Grohol, Psy.D.

What is Bipolar Disorder?

Bipolar disorder, also known in some parts of the world by its older name of “manic depression,” is a mental disorder that is characterized by serious and significant mood swings. A person with this condition experiences alternating “highs” (what clinicians call “mania“) and “lows” (also known as depression).
Both the manic and depressive periods can be brief, from just a few hours to a few days. Or the cycles can be much longer, lasting up to several weeks or even months. The periods of mania and depression vary from person to person — many people may only experience very brief periods of these intense moods, and may not even be aware that they have the disorder.
A depressive episode is characterized by extreme sadness, a lack of energy or interest in things, an inability to enjoy normally pleasurable activities and feelings of helplessness and hopelessness. On average, someone with this condition may have up to three years of normal mood between episodes of mania or depression.A manic episode is characterized by extreme happiness, extreme irritability, hyperactivity, little need for sleep and/or racing thoughts, which may lead to rapid speech. People in a manic episode feel like they can do anything, make plans to try and do all those things, and believe that nothing can stop them.

How is Bipolar Disorder Treated?

According to researchers at the National Institute of Mental Health (NIMH), the exact cause of bipolar disorder is not yet known — but it can still be effectively treated.
Like most mental disorders, this condition is readily treated with psychotherapy combined with psychiatric medications (most people benefit more quickly from combined treatment). Treatment for this condition is effective and helps most people keep a balanced mood throughout their day, most days of the month. One of the biggest challenges of treatment is helping a person find and keep a treatment routine that works best for them over the long-term. Most people with this condition benefit from medications for much of their life, but it can be a challenge to stick with the medications
when all seems well years down the road.

Text 2 by :Steve Bressert, Ph.D.

Bipolar disorder (“manic depression”) is a mental disorder that is characterized by constantly changing moods between depression and mania. The mood swings are significant, and the experiences of the highs of mania and the lows of depression are usually extreme. The new mood can last anywhere from a few days to a few weeks, or even months (see the Bipolar Cycling section below). The mood swings are usually experienced intensely by a person with this condition.
A manic episode is characterized by extreme happiness, hyperactivity, little need for sleep and racing thoughts, which may lead to rapid speech. A depressive episode is characterized by extreme sadness, a lack of energy or interest in things, an inability to enjoy normally pleasurable activities and feelings of helplessness and hopelessness. On average, someone with bipolar disorder may have up to three years of normal mood between episodes of mania or depression.
Bipolar disorder is recurrent, meaning that more than 90 percent of the individuals who have a single manic episode will go on to experience future episodes. Roughly 70 percent of manic episodes in bipolar disorder occur immediately before or after a depressive episode. Treatment seeks to reduce the feelings of mania and depression associated with the disorder and restore balance to the person’s mood.
Types of Bipolar Disorder
Those with bipolar disorder often describe their experience as being on an emotional roller coaster. Cycling up and down between strong emotions can keep a person from having a “normal” life. The emotions, thoughts and behavior of a person with bipolar disorder are often experienced as beyond one’s control. Friends, co-workers and family may sometimes intervene to try and help protect their interests and health. This makes the condition exhausting not only for the sufferer, but for those in contact with her or him as well.
Bipolar cycling can either be rapid or slow over time. Those who experience rapid cycling can go between depression and mania as often as a few times a week (some even cycle within the same day). Most people with bipolar disorder are of the slow cycling type — they experience long periods of being up (“high” or manic phase) and of being down (“low” or depressive phase). Researchers do not yet understand why some people cycle more quickly than others.
Bipolar Cycling
Living with bipolar disorder can be challenging in maintaining a regular lifestyle. Manic episodes can lead to family conflict or financial problems, especially when the person with bipolar disorder appears to behave erratically and irresponsibly without reason. During the manic phase, people often become impulsive and act aggressively. This can result in high-risk behavior, such as repeated intoxication, extravagant spending and risky sexual behavior.
During severe manic or depressed episodes, some people with bipolar disorder may have symptoms that overwhelm their ability to deal with everyday life, and even reality. This inability to distinguish reality from unreality results in psychotic symptoms such as hearing voices, paranoia, visual hallucinations, and false beliefs of special powers or identity. They may have distressing periods of great sadness alternating with euphoric optimism (a “natural high”) and/or rage that is not typical of the person during periods of wellness. These abrupt shifts of mood interfere with reason, logic and perception to such a drastic degree that those affected may be unaware of the need for help. However, if left untreated, bipolar disorder can seriously affect nearly every aspect of a person’s life.
Identifying the first episode of mania or depression and receiving early treatment is essential to managing bipolar disorder. In most cases, a depressive episode occurs before a manic episode, and many patients are treated initially as if they have major depression. Usually, the first recognized episode of bipolar disorder is a manic episode. Once a manic episode occurs, it becomes clearer that the person is suffering from an illness characterized by alternating moods. Because of this difficulty with diagnosis, family history of similar illness or episodes is particularly important. People who first seek treatment as a result of a depressed episode may continue to be treated as someone with unipolar depression until a manic episode develops. Ironically, treating depressed bipolar patients with antidepressants can trigger a manic episode in some patients.

Forevermore - David Archuleta

Always be ma favorite song hmmmm